Bagaimana letak/posisi candi utama dalam kompleks Candi Prambanan?

Pertanyaan

Cermatilah teks berikut!

Prambanan, Candi Tercantik di Dunia

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun pada abad X. Tepatnya, candi ini didirikan pada masa pemerintahan dua raja, yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, yaitu menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Candi Prambanan dikenal juga dengan sebutan Candi Roro Jonggrang. Hal ini berkaitan dengan sebuah legenda yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Jawa. Alkisah, ada seorang pemuda bernama Bandung Bondowoso yang ingin melamar Roro Jonggrang. Karena tak setuju dengan lamaran itu, Roro Jonggrang membuat syarat yang tidak masuk akal. Ia meminta Bondowoso membuat candi dengan seribu arca hanya dalam waktu semalam. Namun, ternyata Bondowoso memiliki kesaktian. Ia hampir saja menyelesaikan seribu arca sebelum pagi tiba. Saat itulah, Roro Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar tercipta suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca, kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca yang keseribu karena merasa dicurangi. Hingga kini, kita dapat melihat arca Roro Jonggrang ada dalam salah satu candi di kompleks Candi Prambanan.

Candi Prambanan memiliki tiga candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat dua candi apit, empat candi kelir, dan empat candi sudut. Sementara itu, halaman kedua memiliki 224 candi.

Memasuki Candi Siwa yang terletak di tengah dan merupakan bangunan paling tinggi, akan ditemui empat ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara tiga ruangan yang lain masing-masing berisi arca Ganesha (putra Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Durga (istri Siwa). Arca Durga inilah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda.

Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara Candi Siwa, memiliki satu ruangan yang berisi Arca Wisnu. Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa juga hanya memiliki satu ruangan berisi Arca Brahma. Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh, dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir tidak sempurna) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Kemampuan Garuda menyelamatkan ibunya dikagumi oleh banyak orang. Sampai sekarang, Garuda digunakan sebagai lambang untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan yang sama. Akan tetapi, adaptasi bentuk dan tampilannya berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.

Prambanan juga memiliki relief candi yang menarik. Pertama, relief yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian, dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon kalpataru digambarkan mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Sama seperti sosok Garuda, kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.

Candi Prambanan pun memiliki berbagai relief burung. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu realistis sehingga para biolog dapat mengidentifikasinya hingga tingkat genus. Salah satunya relief kakaktua jambul kuning (Cacatua sulphurea).

(Sumber: navigasi-budaya.jogjaprov.go.id)

Bagaimana letak/posisi candi utama dalam kompleks Candi Prambanan?

Jawab:

Jawaban
letak/posisi candi utama dalam kompleks Candi Prambanan ialah menghadap ke timur.

Pembahasan
Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu peristiwa atau objek tentang pengalaman penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasaan. Dengan pengalaman indranya tersebut, seorang penulis akan menuangkan objek yang dilihat, didengar, dicium, dan dirasanya ke dalam kalimat demi kalimat.

Ciri Teks Deskripsi:

  1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
  2. Melibatkan kesan indra sehingga gambaran objek menjadi jelas.
  3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri objek yang diamati penulis.
  4. Menjelaskan ciri-ciri objek secara terperinci, seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek.

Kutipan:

Candi Prambanan memiliki tiga candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat dua candi apit, empat candi kelir, dan empat candi sudut. Sementara itu, halaman kedua memiliki 224 candi.

Kutipan di atas menggambarkan bagian-bagian Candi Prambanan, yaitu terdiri atas tiga candi utama di halaman utama (Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa). Ketiga candi tersebut menghadap ke timur. Selain itu digambarkan pula tentang candi pendamping yang ada di setiap candi utama, yaitu andini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Kutipan di atas juga menggambarkan adanya candi apit, candi kelir, dan empat candi sudut serta halaman kedua yang memiliki 224 candi.

Sehingga, letak/posisi candi utama dalam kompleks Candi Prambanan ialah menghadap ke timur.

Dengan demikian, letak/posisi candi utama dalam kompleks Candi Prambanan ialah menghadap ke timur.

Dijawab Oleh : Kunjaw